Sabtu, 17 Oktober 2015

TEHNIK BERKOMUNIKASI DENGAN KLIEN ( PASIEN )

Dalam melakukan proses keperawatan, perawat perlu memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif dan bertujuan. Perawat perlu memahami mengenai komunikasi terpeutik. Komunikasi terapeutik adalah suatu interaksi interpersonal antara perawat dan klien yang selama interaksi berlangsung perawat berfokus pada kebutuhan klien untuk peningkatan pertukaran informasi yang efektif antara perawat dan klien (Sheila L Videbeck, 2008) 

Dalam melakukan komunikasi terapeutik perawat sebelumnya perlu memahami tentang analisa diri. Analisa diri pada perawat adalah proses stimulasi untuk menentukan keberhasilan setiap tindakan yang dilakukan oleh perawat. Analisa diri dilakukan oleh perawat yang sehari-harinya berhubungan langsung dengan klien. Dalam masalah ini ketidakmampuan dalam berkomunikasi dengan efektif mempengaruhi kemampuan klien untuk mengekspresikan kebutruhan atau bereaksi dengan lingkungan. Analisa diri terbagi 6 aspek diantaranya kesadaran diri, klarifikasi nilai, ekplorasi keadaan, role model, altruisme( efektif dalam membantu), etik dan tanggung jawab (Mustikasari, 2009). Suatu alat yang bermanfaat dalam mempelajari lebih banyak tentang diri sendiri ialah jendela Johari (Luft, 1970. Dikutip dari Sheilla L Vedebeck, 2008). 

Empat area yang di evaluasi adalah :
  1. Kuadaran I : Pribadi yang umum, terbuka : Individu mengetahui kualitas dirinya sendiri dan orang lain juga mengetahuinya. 
  2. Kuadran II : Pribadi yang buta/tidak sadar : Kualitas hanya diketahui oleh orang lain. 
  3. Kuadaran III : Pribadi yang tersembunyi/tersendiri : Kualitas hanya diketahui oleh diri sendiri
  4. Kuadran IV : Tidak diketahui: Kuadran kosong yang menunjukkan kualitas yang sampai saat ini tidak diketahui oleh diri sendiri dan orang lain.
Teknik dalam berkomunikasi terapeutik meliputi :
  1. Mendengarkan secara aktif. Memusatkan perhatian secara verbal dan nonverbal yang disampaikan klien. Menggunakan rasio 2;1 (2 telinga:1 mulut). Menurut Crouch 2002 dalam 143 Potter&Perry 2009.Mendengarkan secara aktif menggunakan akronim SOLER (Sitting facing the client, Observe and open posture, Learn toward the client, Establish and maintain intermitten, eye contact, Rilex)
  2. Berbagi hasil observasi dengan klien. Berbagi hasil observasi berbeda dengan asumsi. Saat berbagi observasi, perawat menggunakan bahasa yang lebih halus dan tidak menyinggung perasaan klien. Contoh. Ketika klien tampak tidak rapih, perawat tidak langsung menyimpulkan bahwa dia malas menjalani harinya, perawat menggunakan kata –kata yang lebih halus seperti “anda tampak lelah”, “Anda tampak berbeda hari ini”, atau “saya lihat anda belum makan apapun hari ini, apa yang anda rasakan” 
  3. Berbagi emphatik. Kemampuan untuk memahami dan menerima realita seseorang,merasakan perasaan dengan tepat. Contoh. Perawat berkata pada klien yang marah dan menderita gangguan mobilisasi ringan pasca stroke “pasti sulit rasanya mengetahui apa yang anda inginkan tetapi tidak dapat melakukannya” 
  4. Berbagi harapan. Contoh. Perawat berkata kepada klien yang murung tentang prognosisnya yang buruk “saya yakin anda akan menemukan jalan untuk menghdapi situasi ini, karena saya melihat keberanian dan kreativitas anda sebelumnya”. 
  5. Berbagi perasaan. Perawat membantu klien mengekspresikan emosi dengan melakukan opservasi, mengetahui perasaan, mendorong komunikasi, mengijinkan pengekspresian perasaan “negatif”, dan member contoh ekspresi emosional diri yang sehat Contoh. Perawat bertanya pada pasien yang sedang murung 
  6. Berbagi menggunakan sentuhan. Sentuhan menyampaikan pesan seperti perhatian, dukungan, dorongan,kelembutan, dan perhatian pribadi Contoh. Sentuhan kenyamanan misalnya memang bahu klien. 
  7. Diam. Sikap diam berguna saat individu berhadapan dengan keputusan yang membutuhkan banyak pertimbangan. Contoh. Keheningan akan membantu klien mencapai keyakinan yang dibutuhkan untuk berbagi keputusan dalam menolak suatu tindakan medis. 
  8. Mengklarifikasikan Tujuannya untuk memastikan telah terbentuknya pemahaman klien. contoh. “saya kurang mengerti maksud ‘lebih sakit dari biasanya’ apa yang terasa berbeda bagi anda?” 
  9. Fokus diperlukan untuk memfokuskan perhatian dari unsur penting suatu pesan. Perawat menggunakan tehnik pemfokusan untuk membimbing arah percakapan kebidang yang penting, misalnya “kita telah membahas banyak tentang obat anda, tetapi mari kita lihat masalah yang anda hadapi untuk mengkonsumsinya tepat waktu”. 
  10. Para frase .Menyatakan kembali suatu pesan dengan lebih singkat dan menggunakan kata-kata si penerima. Jika makna suatu pesan menjadi menyimpang setelah dilakukan paraphrase, maka komunikasi akan menjadi tidak efektif. Contoh. Seorang klien berkata, saya telah mengalami kelebihan berat badan sejak lama dan tidak pernah ada masalah. Saya tidak paham kenapa saya harus menjalani diet. Parafrase kalimat ini kedalam bentuk, “anda tidak perduli terhadap berat badan anda” merupakan cara yang salah. Akan lebih baik anda berkata, “Anda kurang yakin untuk menjalani diet karena anda selama ini tetap sehat”. 
  11. Mengajukan pertanyaan yang relevan. Pertanyaan terbuka akan memberikan kesempatan bagi klien untuk memimpin percakapan dan memberikan informasi penting tentang suatu topik. Contoh. “ Apa masalah terbesar anda saat ini?”. Pertanyaan dengan focus digunakan jika dibutuhkan informasi spesifik pada bidang tertentu misalnya “Bagaimana pengaruh rasa nyeri tersebut pada kehidupan anda dirumah? ”. Pertanyaan tertutup menghasilkan respon Ya, tidak, atau jawaban satu kata. Contoh. “Berapa kali dalam sehari anda menggunakan obat anti nyeri?”, berikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan terbuka secara lengkap sebelum memberikan pertanyaan lain. Pertanyaan tertutup berguna pada saat pengkajian, tetapi kurang bermanfaat selama interaksi terapeutik. 
  12. Menyimpulkan. Memberikan kepuasan pada akhir percakapan dan sangat berguna pada fase terminasi dari hubungan perawat dan klien. Menyimpulkan adalah tinjauan singkat dari aspek penting suatu interaksi. Contoh: pada seorang perawat manejer yang bekerja dengan tenaga kerja yang tidak puas. “Anda telah memberitahu alasan anda tidak mnyukai pekerjaan ini. Kami telah menemukan beberapa cara untuk memperbaiki situasi dan anda telah setuju untuk mencobanya. Tolong beritahu saya jika cara tersebut berguna bagi anda.” 
  13. Membuka diri. Teknik membuka diri merupakan pengalaman pribadi yang nyata tentang diri sendiri yang diberikan secara sengaja kepada pihak lain. Ini menunjukkan bahwa perawat memahami pengalaman klien dan memperlihatkan bahwa pengalaman klien tidak hanya dialami sendiri. Contoh: hal yang menyedihkan itu juga pernah saya alami. Saya bertemu dengan pusat konseling dan hal itu sangat membantu. Bagaimana pendapat anda tentang menemui pihak konseling?”. 
  14. Konfrontasi .Tehnik ini meningkatkan kesadaran diri klien dan membantu klien mengenali pertumbuhan dan mengatasi masalah penting. Contoh: “Anda bilang Anda telah memutuskan tindakan yang akan diambil, tetapi Anda masih berbicara banyak tentang pilihan Anda?”.
Keadaan yang menghalangi proses komunikasi:
  • Afasia
  • Kebutaan
  • Perubahan Kesadaran  
  • Palatoskiziz
  • Tuli
  • Bisu
  •  Disfasia
  • Dispnea
  • Bahasa Asing
  • Kesulitan Mendengar
  • Laringektomi
  • Gangguan Kejiwaan
  • Cerebral Palsy  

0 komentar:

Posting Komentar

In Here

SOLUSI BBM HEMAT DAN RAMAH LINGKUNGAN - KLIK GAMBAR UNTUK PEMBELIAN

Follow by Email